Pengetahuan Tentang Sumber Bahan Makanan Bergizi Sebagai Dasar Pencegahan Stunting Pada Balita: Tinjauan Literatur Dan Data Kabupaten Tangerang

Authors

  • Meilita Dwi Paundrianagari Universitas Salakanagara
  • Kamila Dwi Febrianti Universitas Salakanagara
  • Maharani Kusuma Dewi Universitas Salakanagara
  • Alya Suha Zhafira Universitas Salakanagara

DOI:

https://doi.org/10.56861/nutris.v1i2.163

Keywords:

bahan pangan, balita, pengetahuan gizi, pangan lokal, stunting

Abstract

Pengetahuan keluarga mengenai sumber bahan makanan bergizi merupakan salah satu komponen penting dalam praktik pemberian makan anak, terutama pada periode pemberian makanan pendamping ASI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan mengenai sumber bahan makanan yang dapat digunakan untuk mendukung pencegahan stunting, dengan menempatkan pangan lokal sebagai sumber bahan makanan yang terjangkau, mudah diperoleh, dan dapat diolah sesuai kebutuhan anak. Penelitian menggunakan desain tinjauan literatur naratif dengan memanfaatkan artikel dan dokumen yang dilampirkan, meliputi kajian pemanfaatan pangan lokal, pemberian makanan tambahan, edukasi bahan pangan lokal, serta Profil Kesehatan Kabupaten Tangerang Tahun 2025. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui identifikasi tema, pengelompokan sumber pangan berdasarkan kelompok zat gizi, dan sintesis hubungan antara pengetahuan keluarga, pemilihan bahan makanan, praktik pemberian makan, dan dukungan terhadap pencegahan stunting. Hasil telaah menunjukkan bahwa sumber pangan yang berulang dalam literatur meliputi protein hewani seperti ikan, telur, udang rebon; protein nabati seperti tempe, tahu, kacang-kacangan; sumber karbohidrat seperti ubi, jagung, singkong, sagu dan jagung; serta sayur dan buah, termasuk daun kelor. Literatur juga menunjukkan bahwa keterbatasan pengetahuan mengenai nilai gizi dan pengolahan pangan lokal menjadi salah satu hambatan optimalisasi pangan lokal. Data Kabupaten Tangerang menunjukkan prevalensi stunting 7,3% pada tahun 2025 dan cakupan MP-ASI beragam 85,3%, tetapi kualitas konsumsi dan kesenjangan antardaerah masih perlu diperhatikan. Edukasi yang mengajarkan identifikasi sumber protein, energi, vitamin, dan mineral serta cara mengkombinasikannya dalam menu anak perlu diperkuat melalui keluarga, Posyandu, Puskesmas, dan kader. Pengetahuan yang baik tidak berdiri sendiri sebagai pencegah stunting, tetapi menjadi dasar pengambilan keputusan pangan yang mendukung kecukupan gizi dan pertumbuhan anak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariani, M., Fevria, R., Muliza, R., Fatiha, F. D., Maulina, A. R., & kolega. (2024). Artikel review: Pemanfaatan pangan lokal Indonesia untuk peningkatan status gizi masyarakat. Prosiding SEMNASBIO 8 2024, 417–425.

Anton, S. S., Bukhari, A., Baso, A. J. A., & Erika, K. A. (2022). Effect of rebon shrimp-based supplementary feeding on height of stunted children. Journal of International Conference Proceedings, 5(1), 236–241. https://doi.org/10.32535/jicp.v5i1.1473

Aulia, S., Putri, N. N. H., Mubarokah, I., Fitriana, S. N., Khasanah, A. H., Badriyah, L., Septiani, A. R., Millati, S., Sonhaji, A., Wahyudin, A., & Laksono, G. E. (2024). Pencegahan stunting melalui optimalisasi bahan pangan lokal di Kabupaten Brebes. Solidaritas: Jurnal Pengabdian, 4(2), 143–154. https://doi.org/10.24090/sjp.v4i1.12505

Dewi, R. N., Kalsum, U., & Siregar, N. (2023). The effect of giving jagaq porridge on body weight and height of stunted toddlers aged 12–24 months in the work area of the Depar Health Center. Formosa Journal of Science and Technology, 2(2), 525–544. https://doi.org/10.55927/fjst.v2i2.2799

Fitriah, R. R., Anggraini, Y., & Erpidawati. (2023). Kenaikan berat badan balita usia 12–24 bulan setelah pemberian makanan tambahan berbasis kearifan lokal di Jorong Pahambatan Kenagarian Balingka Kabupaten Agam Tahun 2023. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(6), 8421–8435. https://doi.org/10.31004/innovative.v3i6.6690

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Petunjuk teknis pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal untuk balita dan ibu hamil.

Lestari, R. A., & Kurniasari, R. (2024). Literature review: Pengaruh PMT pangan lokal pada balita sebagai upaya pencegahan stunting. SEHATI: Jurnal Kesehatan, 4(2), 85–90. https://doi.org/10.52364/sehati.v4i2.64

Muda, T. S. S., Adi, A. C., Oktaviani, D. A., & kolega. (2024). Pengaruh pemanfaatan daun kelor dalam formulasi makanan untuk pencegahan stunting: Studi literatur. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(1), 341–349.

Mursyida, R., Budi, S., & Huzaimah. (2023). Perbedaan berat badan sebelum dan sesudah pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal pada kejadian stunting di wilayah kerja Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 9(2), 1081–1090. https://doi.org/10.33143/jhtm.v9i2.3597

Pontang, G. S., Alia, A. P., & Setiyaningsih, S. (2024). Perbedaan status gizi sebelum dan sesudah pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal pada balita stunting di Desa Kalijambe dan Desa Tanjung Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. 6(1), 53–67. https://doi.org/10.55606/sinov.v6i1.801

Ramadhani, C., & Adi, A. C. (2024). Penggantian tepung kacang merah dan tepung lele dalam semprong: Dampak terhadap daya terima, kandungan gizi, dan nilai ekonomi sebagai makanan tambahan balita. Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan, 5(1). https://doi.org/10.30867/gikes.v5i1.1300

Solikhah, L. S., Sarani, F., Tullah, H., Andryani, I., Arfiani, I., Jurana, J., Djiha, K. K., Ramadhani, S., Rizkiyanti, U., & Karmila, Y. (2023). Pengenalan dan pemberian makanan tambahan puding kelor sebagai upaya pencegahan stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA), 3(2), 64–69. https://doi.org/10.31004/abdira.v3i2.275

Susianto, S., Iswarawanti, D. N., Mamlukah, M., Khaerudin, M. W., & Mahendra, D. (2023). Pengaruh pemberian makanan tambahan nugget tempe sebagai pangan lokal terhadap berat badan dan tinggi badan balita stunting. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 14(02), 309–316. https://doi.org/10.34305/jikbh.v14i02.850

Sustanti, M., Kalsum, U., & Siregar, N. (2023). The effect of giving PMT combination of mung bean porridge and boiled eggs on changes in weight and height of stunting toddlers at the Barong Tongkok Health Center. Formosa Journal of Science and Technology, 2(2), 655–670. https://doi.org/10.55927/fjst.v2i2.2641

Wiyono, S., Muntikah, & Meilinasari. (2023). Suplementasi makanan tambahan tinggi protein hewani, kalsium dan zinc pada anak umur 6–24 bulan sebagai upaya peningkatan panjang badan anak. Window of Health: Jurnal Kesehatan, 6(4), 354–364. https://doi.org/10.33096/woh.vi.459

Zhou, Y., et al. (2024). Non-starch polysaccharides from kidney beans: Comprehensive insight into their extraction, structure and physicochemical and nutritional properties. Food & Function. https://doi.org/10.1039/D3FO03801G

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. (2026). Profil Kesehatan Kabupaten Tangerang Tahun 2025. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Meilita Dwi Paundrianagari, Kamila Dwi Febrianti, Maharani Kusuma Dewi, & Alya Suha Zhafira. (2026). Pengetahuan Tentang Sumber Bahan Makanan Bergizi Sebagai Dasar Pencegahan Stunting Pada Balita: Tinjauan Literatur Dan Data Kabupaten Tangerang. Nutris Journal of Human Nutrition Science, 1(2), 9–17. https://doi.org/10.56861/nutris.v1i2.163