Hubungan Perilaku dan Gaya Hidup Dengan Kejadian/ Fase Menarch Pada Anak Usia Remaja
DOI:
https://doi.org/10.56861/kkbh.v9i2.91Keywords:
Perilaku,GayaHidup,Remaja,MenarcheAbstract
Salah satu titik transformasi rites of passage (fase perubahan ritual yang terkadang kental bernuansa tradisional terhadap status dalam beralihnya ke era kehidupan yang penting menuju pendewasaan seorang wanita secara lebih utuh dan menyeluruh) yang memerlukan penyesuaian fisik, psikologis, dan sosial bagi seorang remaja putri adalah menarche. Hasil Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menyatakan bahwa 20,9% anak perempuan di Indonesia telah mengalami menarche pada usia kurang dari 10 tahun. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui pengisian kuesioner. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 orang remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kejadian menarche dengan riwayat menonton media massa dewasa (p-value = 0,001; OR = 15,6). Terdapat pula hubungan yang bermakna antara kejadian menarche dengan perilaku seksual (p-value = 0,000; OR = 14,78). Selain itu, terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian menarche dengan konsumsi makanan dan minuman (p-value = 0,000; OR = 15,14). Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian menarche dengan aktivitas fisik atau olahraga, dengan p-value = 0,008 dan OR = 0,875. Oleh karena itu, orang tua diharapkan dapat secara berkala memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan biologis dan psikologis remaja serta memahami dan menindaklanjuti setiap perubahan yang terjadi. Pendampingan dan pemberian pemahaman yang tepat diperlukan agar remaja dapat menghadapi masa menarche dengan baik.