Efektivitas Therapy Musik Relaksasi Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil
DOI:
https://doi.org/10.56861/kkbh.v9i2.90Keywords:
cemas, music, hamilAbstract
Rasa cemas dan ketakutan pada trimester III semakin meningkat menjelang akhir kehamilan. Pada kondisi tersebut, ibu mulai membayangkan apakah bayinya akan lahir secara abnormal atau apakah organ vitalnya akan mengalami cedera akibat tendangan bayi (Suharnah et al., 2021). Salah satu terapi yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat kecemasan pada ibu hamil adalah terapi musik. Terapi musik dapat memberikan rasa nyaman, mengurangi kecemasan, serta mengalihkan perhatian dari rasa nyeri yang dialami ibu hamil (Editha, 2016). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain quasi-experiment berupa pemberian terapi musik klasik kepada ibu hamil menggunakan rancangan one-group pretest-posttest design. Penelitian dilakukan di Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada periode Mei–Juni 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil primigravida trimester III, dengan jumlah sampel sebanyak 35 ibu hamil. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner untuk mengukur tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi musik klasik selama 30 menit. Tingkat kecemasan diukur menggunakan lembar observasi Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, sedangkan uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian terapi musik klasik terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil. Oleh karena itu, penerapan terapi musik klasik dapat dipertimbangkan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil, tidak hanya pada trimester III, tetapi juga sejak awal kehamilan.