Non-Pharmacological Techniques For Reducing Labor Pain: A Systematic Literature Review
DOI:
https://doi.org/10.56861/kkbh.v11i2.105Keywords:
birth ball; kebidanan; massage; nyeri persalinan; teknik nonfarmakologis.Abstract
Nyeri persalinan merupakan pengalaman fisiologis yang bersifat subjektif dengan intensitas yang berbeda pada setiap ibu. Nyeri yang tidak dikelola secara tepat dapat meningkatkan kecemasan, ketegangan, kelelahan, dan ketidaknyamanan selama proses persalinan. Teknik nonfarmakologis merupakan pendekatan yang dapat digunakan sebagai bagian dari asuhan kebidanan karena relatif sederhana, tidak invasif, dapat disesuaikan dengan kebutuhan ibu, dan memungkinkan ibu berpartisipasi aktif dalam pengelolaan nyerinya. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti penelitian di Indonesia mengenai efektivitas teknik nonfarmakologis dalam mengurangi nyeri persalinan. Penelitian menggunakan desain Systematic Literature Review dengan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Penelusuran literatur diarahkan pada GARUDA dan Google Scholar terhadap publikasi tahun 2021 sampai November 2025. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian diekstraksi berdasarkan penulis dan tahun, judul, desain, sampel, instrumen atau teknik pengumpulan data, serta hasil utama. Sintesis dilakukan secara naratif karena terdapat heterogenitas desain, intervensi, instrumen, dan waktu pengukuran. Sebanyak 12 penelitian primer digunakan dalam ekstraksi. Hasil menunjukkan bahwa birth ball, counter pressure, massage effleurage, kompres hangat, aromaterapi, rubing massage, serta kombinasi intervensi secara umum berkaitan dengan penurunan intensitas nyeri persalinan. Sebagian besar penelitian melaporkan perbedaan bermakna setelah intervensi. Namun, dominasi desain pre-experimental dan quasi-experimental, ukuran sampel yang relatif kecil, serta perbedaan instrumen dan protokol intervensi membatasi penetapan satu teknik sebagai metode yang paling efektif secara universal. Teknik nonfarmakologis dapat diintegrasikan dalam asuhan kebidanan berpusat pada ibu dengan mempertimbangkan kondisi klinis, keamanan, preferensi ibu, dan kompetensi tenaga kesehatan.