Determinan Yang Berhubungang Dengan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Di Wilayah Puskesmas “S” Kabupaten Tangerang Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.56861/kkbh.v10i2.101Keywords:
usia, pendidikan, tingkat ekeonomi, sumber informasi, pekerjaanAbstract
Imunisasi merupakan salah satu strategi yang efektif dan efisien dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu penyebab bayi tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap adalah kurangnya informasi yang diterima oleh ibu, sehingga pengetahuan ibu mengenai pentingnya imunisasi menjadi kurang optimal. Kelengkapan imunisasi dasar pada bayi dan balita sangat penting untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita di wilayah kerja Puskesmas “S”. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang datang membawa bayi dan balita ke Puskesmas “S” Kabupaten Tangerang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel usia ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita (p-value = 0,057). Sementara itu, variabel pendidikan ibu (p-value = 0,000), tingkat ekonomi (p-value = 0,000), dan sumber informasi (p-value = 0,012) memiliki hubungan yang signifikan dengan kelengkapan imunisasi dasar (IDL) pada balita di wilayah kerja Puskesmas “S”. Adapun variabel pekerjaan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kelengkapan imunisasi dasar, dengan p-value = 0,625. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan ibu, tingkat ekonomi, dan sumber informasi merupakan faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita, sedangkan usia dan pekerjaan ibu tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi ibu mengenai pentingnya melengkapi imunisasi dasar pada balita sehingga dapat membantu mencegah dan mengurangi risiko terjadinya penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.